Pada sebuah pohon yang rindang, duduk seorang tua yang berambut panjang melebih bahu, orang yang cukup tua, di lihat dari warna rambut, kumis, jenggot dan alisnya yang putih.
Datang seorang pemuda yang berumur kira-kira 20 ke atas, menghampirinya, lalu duduk di sampingnya, dan mereka pun berbicara.
Orang Tua :
Ada apa yang bisa saya Bantu, anakku?
Anak Muda :
kakek, saya lagi bingung ni, saya sering sekali berbuat salah,
Orang Tua :
semua orang pernah berbuat salah, anakku. Teruslah berjalan Ke depan, tidak usah menoleh ke belakang. Karena jika kamu sering menoleh Ke belakang, nanti kamu bisa ketabrak.
Anak Muda :
tetapi kakek, jika saya terus berjalan ke depan dan tidak melihat
Ke belakang, bagaimana saya tahu klo ada bahaya yang datang dari
Belakang saya, begitu banyak orang yang dendam dengan perbuatan saya
Yang terdahulu, bagaimana klo mereka membongkong saya??
Orang Tua :
hmmmm, *mengelus Jenggotnya yang panjang*, saya rasa kamu butuh spion Anakku. *sambil menyodorkan spion*
Anak Muda :
kakek, saya mempunyai teman baru, bagaimana supaya saya bisa menjadi Teman yang baik buatnya.
Orang Tua :
Kawan yang baik itu adalah kawan yang tidak pernah mengiyakan kata Temannya, tetapi memberikan solusi yang lebih baik.
Anak Muda : terus-terus ?